/*** Labels Thumbs ***/ img.label_thumb{ float:left; border:1px solid #ccc; width:85px; height:70px; margin-right:10px; margin-bottom:10px; }

Sabtu, 04 Februari 2012

GAYA BERFIKIR

                                        CARA BERFIKIR ANAK MUDA

  1. Sedikitnya pengalaman menjadikannya cenderung untuk membuat keputusan dan depresi ketika putusannya berbenturan dengan kenyataan.
  2. Berhadapan dengan gelombang keputusan dan depresi ketika putusannya berbenturan dengan kenyataan.
  3. Berfikir kreatif menjadikannya keluar dari lingkaran yang biasa, karena itulah kebanyakan orang yang berkreasi baru dan inovator adalah kaum muda.
  4. para pemuda bercita-cita karena mereka berada dalam usia belia. Itu mendorong mereka ke arah pemikiran strtategis yang berwawasan jauh kedepan.
  5. Dengan pandangan islam: " Apabila hari kiamat sudah hampir tiba sedangkan ditanganmu ada tunas pohon maka jika kamu mmampu menanamnya sebelum terjsdinys kiamat maka tanamlah tunas pohon itu", ini adalah model berfikir tentang masa depan yang lebih jauh, tanpa memikirkan hasilnya akan seperti apa.
  6. Cara berfikirnya ditandai dengan ambisi, efektivitas, dan kesenangan, karena sedikitnya beban hidup.
  7. Pemuda sangat senang mengerjakan yang baru dan beradaptasi dengannya. Menurut mereka, hal yang baru bersifat benar sampai terbukti kesalahannya.

                                         CARA BERFIKIR ORANG TUA

  1. Tumbuh dari pengalaman dan pelatihan yang panjang, serta kesalahan yang terus diulang-ulang.
  2. Berbicara banyak tentang masa lalu dengan menjadikannya sebagai batasan, terhadap seluruh perjalanan hidupnya.
  3. Berfikir kreatif menjadikannya keluar dari lingkaran masa lalu, kita bisa mengatakan bahwa orang tua yang seperti ini memilii semangat muda.
  4. Merasa bahwa energinya sudah habis dan sudah hampir meninggal dunia, menjadikan mereka berfikir pendek dan tidak mudah menerima perubahan dan perkembangan.
  5. Dengan pandangan islam: "Apabila hari kiamat sudah hampir tiba sedangkan di tanganmu ada tunas pohon maka jika kamu mampu menanamnya sebelum terjadinya hari kiamat maka tanamlah tunas pohon itu." Dia akan mempertimbangkannya dan memikirkan hasil apa yang diraih.
  6. Cara berpikirnya ditandaidengan pesimistis, berpandangan gelap, lemah semangat, dan untuk keluar dari itu dia membutuhkan perintah dan pandangan baru dari orang yang dihormatinya.
  7. Menghindari sesuatu yang baru, karena landasan mereka adalah sesuatu yang baru itu harus disalahkan dan diwaspadai kecuali sesudah terbukti kebenarannya.